Lebih Mudah Mengenal PWK!

image source: cagle.com
image source: cagle.com

Diskusi bersama teman seperkuliahan ternyata membuat otak saya semakin terasah tajam. Kali ini, salah satu rekan saya melontarkan pertanyaan sambil menggaruk-garuk kepalanya, “Gimana ya, bikin definisi PWK yang gampang dipahamin orang? Gak melulu kan orang ngerti kalo kita jelasin bahwa PWK itu ilmu yang komperhensif dengan perspektif multidimensi dan punya proses input-analisis-output dalam rekayasa pembangunan”.

Wew, pernyataan itu membuat saya tergelitik dan berfikir untuk menyajikan solusinya. Bagi yang belum tahu, PWK adalah singkatan dari Perencanaan Wilayah dan Kota dan merupakan salah satu program studi atau jurusan di bangku perkuliahan. Di Universitas Gadjah Mada (UGM), PWK termasuk program studi (prodi) yang bernaung di bawah Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan. Prodi ini memiliki kesamaan arti dengan istilah planologi atau bidang tata kota.

Mengenai tugasnya, PWK memiliki peran utama dalam menata sebuah kota atau pun wilayah. Orang yang menatanya disebut planner, yang berarti perencana. Jika Anda pernah memainkan atau sekedar mengetahui SimCity, maka Anda akan lebih mudah membayangkan seperti apa tugas sang planner. Dalam game tersebut, pemain akan menentukan letak-letak kawasan perumahan, kawasan industri, dan kawasan komersial. Selain itu, pemain juga melakukan penataan infrastruktur seperti jaringan jalan, saluran drainase, dan jaringan listrik.

Ya, realita tentu berbeda dengan permainan. Merencanakan dan menata kota ternyata bukanlah hal yang mudah. “Kompleks”, inilah istilah yang sering dikeluarkan saat menghadapi kenyataan-kenyataan di sekitar kita. Di dunia nyata, seorang perencana kota dan wilayah tidak hanya akan berurusan dengan peruntukan lahan saja. Bukan sekedar menentukan “ini letaknya dimana”, “itu letaknya dimana”. Tetapi sebelum menentukan letaknya, mereka akan mempertimbangkan “untung-ruginya” dari berbagai aspek. Nah, proses mempertimbangkan hingga memutuskan ini-lah yang umumnya menjadi ruang kerja para perencana. Meski, setelah menentukan keputusan, seorang perencana bisa saja berperan sebagai monitor (pengawas) pelaksana rencana pembangunan.

Keputusan yang diambil oleh seorang perencana merupakan hasil analisis dari berbagai aspek. Inilah yang disebut dengan cara pandang komperhensif atau multidisiplin. Aspek-aspek tersebut antara lain aspek ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, hukum, keperndudukan, dan lain sebagainya. Semua aspek tersebut dirangkai menjadi satu kesatuan analisis yang saling berkaitan, hingga mewujud pada bentuk fisik dan tatanan kota atau pun wilayah. Dengan kata lain, perencana akan membentuk sebuah wilayah yang memiliki kenyamanan di semua aspek secara teratur, terencana, dan tertata baik.

Misalnya, saat membangun sebuah kawasan perumahan. Perencana akan membangun taman kota di pusat kawasan sebagai tepat berkumpul masyarakat. Hal ini dilakukan atas pertimbangan bahwa taman kota tidak hanya dibangun untuk kepentingan sosial sebagai tempat berkumpul saja, melainkan ada manfaat lain dari segi lingkungan seperti mencegah terjadinya banjir dan mengurangi polusi udara. Selain itu, dalam merencanakan juga perlu melihat hukum yang berlaku di kawasan ini. Serta budaya masyarakat yang akan dibentuk dari hadirnya kawasan tersebut.

Mempertimbangkan berbagai macam aspek dalam pengambilan keputusan, sebenarnya berfungsi sebagai penekan resiko terjadinya konflik dan masalah baru. Apalagi di Indonesia, yang beberapa kotanya tumbuh  secara spontan dan berkembang pesat tanpa kendali. Jika hal ini terus didiamkan, maka kemungkinan munculnya masalah-masalah baru akan sangat besar. Misalnya saja banjir, hal ini disebabkan oleh pembangunan yang kuang terencana baik, karena mengabaikan aspek lingkungan. Atau kemacetan, yang kurang mempertimbangkan keterkaitan tata guna lahan dan infrastruktur transportasi.

Atas dasar itulah, keberadaan ahli perencana di Indonesia semakin dibutuhkan dalam menata kehidupan yang lebih baik. Menyembuhkan “penyakit” kota yang terlanjur ada di negeri ini dan menyadarkan masyarakat untuk berlaku adil dan cinta kota, menjadi salah satu misi penting yang diemban sang planner. Nah, jika Anda tertarik untuk merencanakan peradaban yang lebih tertata, maka jangan ragu untuk belajar di bangku Perencanaan Wilayah dan Kota. Disini Anda akan dibina untuk menghasilkan ide-ide cemerlang mengenai perkembangan kota dan wilayah secara cepat dan cermat. “Bukankah gagal merencanakan, berarti merencanakan kegagalan?”

Ikuti keseruan lainnya, follow instagram saya di sini.

25 comments on “Lebih Mudah Mengenal PWK!

  1. An inspiring blog, mas Rendy.”Bukankah gagal merencanakan, berarti merencanakan kegagalan?” -Apakah iya gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan?~wondering.

    1. Ya, gak mesti.. Merencanakan itu kan upaya mengurangi resiko dari kegagalan, karena rencana berisi tahap-tahap / langkah2 kita mencapai tujuan diinginkan. So, kalo salah langkah resiko kita terhadap kegagalan bisa semakin besar.
      Jangan diartikan secara baku kalo rencana harus berupa dokumen yang formal.

      Misalnya aja kalo (tujuannya) mau ke kampus gak telat. Langkah2nya mesti naik motor dan bangun lebih awal. Kalo aja langkah itu gak sesuai rencana, kaya bangun kesiangan, artinya tujuan kita untuk ke kampus gak telat, bakalan gagal.. gtu mba 🙂

      ada sanggahan?? mari berdiskusi 😀

  2. Alhamdulilah aku diterima d PWK Ugm.. 🙂
    Artikel ini buat aku tambah semangat kuliah d PWK. Jadi tau lebih banyak tentang PWK. makasih kak 😀

  3. Kak, kalau tamatan smk jurusan TI bisa ga masuk pwk ugm ? Saya tertarik dan pengen banget masuk jurusan pwk ugm, tapi saya ragu karena saya tamatan smk TI 🙁

  4. Kak, kalau tamatan smk TI bisa atau ada ga harapan untuk masuk pwk ugm ?
    Saya tertarik dan pengen banget masuk pwk ugm, tapi saya ragu karena hanyalah tamatan smk TI. Rencana nya saya mau ikut tes sbm lagi tahun ini, tapi saya pesimis sekali bisa lulus di pwk ugm :’)

  5. Kak di UGM kan pwk jadi satu sama arsitektur nih, berarti belajar pwk nya juga sekalian belajar arsitektur? Masih nggak paham

  6. Mau tanya nih kalo masuk pwk harus IPA atau bisa IPS ? , saya udah terlanjur masuk SMA IPS padahal pengen masuk pwk , mohom solusinya makasih 😀

Tinggalkan Balasan