Menuju (Sebenar-benarnya) Smart Cities

Lima hari yang lalu saya memenuhi undangan OJK bertajuk Fintech Days 2017 yang diselenggarakan di Kota Makassar. Secara sederhana, terminologi fintech merupakan singkatan dari financial technology yang dapat diartikan sebagai layanan keuangan digital. Hampir semua penyaji berdiskursus tentang revolusi teknologi dan penetrasi internet sebagai rasionalnya. Pilihannya, menjadi digital atau menunggu terpental. Pada mulanya, fintech merupakan…Lanjutkan Membaca “Menuju (Sebenar-benarnya) Smart Cities”

Tidak Ada Senyuman Hari Itu

Tidak ada senyuman hari itu. Sejak pagi, sebuah KRL dikabarkan anjlok di Manggarai saat manusia Jakarta Raya sibuk-sibuknya. Mungkin dia terlalu bersemangat. Kalau berani lihat petanya, Manggarai adalah simpul hampir seluruh relasi kereta. Sudah menghitung yang jarak jauh? Mereka juga lewat situ! Di Duri, satu-satu manusia turun hingga belasan dan puluhan. Tak jelas sampai kapan…Lanjutkan Membaca “Tidak Ada Senyuman Hari Itu”

Urbanisme Konyol

Hampir empat tahun selepas kuliah, saya hidup sebagai penglaju Bekasi-Jakarta. Sebagian orang mungkin berkata itu biasa bahkan belum apa-apa. Di kantor saja, sebagian teman telah menjadi penglaju selama lebih dari 10 tahun. Di kereta, banyak orang bisa bercerita tentang perubahan KRL dari masa ke masa. Katanya, dulu belum seenak sekarang. Dua puluh tahun lalu, kereta masih menggunakan tiket karton yang dilubangi bagian tengahnya. Orang bebas keluar masuk tanpa beli karcis, berebut ruang, berhimpit, bahkan merambat atap gerbong. Uniknya mereka betah! Ini semacam urbanisme konyol ala ibu kota.

Lanjutkan Membaca "Urbanisme Konyol"
Membenahi Bantaran Sungai: Skenario Alternatif Itu Bukan Tidak Ada

Tulisan ini sengaja saya posting setelah Pilkada DKI Putaran ke-2 resmi ditutup. Minimal, saya memilih untuk tidak ikut ricuh: pertama, karena tidak ber-KTP DKI; dan kedua karena berharap tidak merubah preferensi siapapun setelah membacanya (“Lah, siapa saya?”, he-he).

ΟΟΟ

Sudah sejak lama saya tergelitik dengan statemen Budiman Sujatmiko yang secara gamblang menuding penolakan terhadap penggusuran adalah bentuk pelanggengan kemiskinan.

Lanjutkan Membaca "Membenahi Bantaran Sungai: Skenario Alternatif Itu Bukan Tidak Ada"