Membaca Desa Tanpa Skeptis

Kau tahu, pada awalnya saya termasuk kelompok yang skeptis dengan kelahiran Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa). Kenapa? Dalam sebuah diskusi dengan Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas pada 2014 lalu, saya menyampaikan beberapa alasan. Pertama, otonomi desa yang menjadi pokok dalam undang-undang tersebut, tak ubahnya mengulang problem otonomi daerah (di tingkat Kabupaten/Kota)… Continue reading


RUU (Siapa) Arsitek

“Saya pikir harus juga utuh membaca dokumennya, termasuk tentang siapa yang disebut arsitek dalam UU tersebut. Toh, pada situasi saat ini, perencanaan pembangunan, kota/desa, memang tidak untuk dieksklusifkan bagi lulusan planologi saja. Orang ekonomi, arsitek, sosiologi yang memang mampu, saya pikir berhak memberikan layanan terhadap mati hidupnya sebuah kota. Sama seperti bekerja di lembaga penelitian… Continue reading


Menggeser Dogma Gusur PKL

Saya ingat bagaimana dulu, sekitar tahun 2010, sebuah tugas kampus meminta saya untuk mendeskripsikan wajah kota melalui pengamatan langsung di salah satu ruas jalan di Yogyakarta. Dalam tugas itu, saya memilih Jl. Terban hingga Jl. Colombo yang letaknya persis di sebelah selatan Kampus UGM. Salah satu pemandangan menarik yang saya angkat adalah fenomena pedagang kaki… Continue reading


Informalitas dan Masa Depan Ketangguhan Pesisir Semarang

Tulisan ini sedang tidak terinsiprasi dari kisah “sukses” Jakarta ‘merelokasi’ –bila terlalu sensitif disebut menggusur- ratusan warga Kampung Pulo dari bantaran Ciliwung ke rumah susun; atau juga kehebatan Yogyakarta yang sedang ‘memodernisasi’ –bila tidak mau disebut memarginalkan- perkampungannya dengan jajaran hotel yang lebih mewah, teratur, dan menguntungkan.


Mega-Urban Disaster dan Informalitas Merespon Bencana

Hari selasa lalu, tepatnya 7 Juli 2015, saya mewakili Lembaga Penelitian SMERU menghadiri undangan Expert Workshop yang diselenggarakan Fakultas Geografi Universitas Collogne (bekerjasama dengan Fakultas Geografi UGM) di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tujuan workshop adalah memberikan masukan terhadap temuan awal riset tentang “Mega-Urban Disaster Response – The Role of Self-Organization in the Aftermath”… Continue reading