Membaca Desa Tanpa Skeptis

Kau tahu, pada awalnya saya termasuk kelompok yang skeptis dengan kelahiran Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa). Kenapa? Dalam sebuah diskusi dengan Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas pada 2014 lalu, saya menyampaikan beberapa alasan. Pertama, otonomi desa yang menjadi pokok dalam undang-undang tersebut, tak ubahnya mengulang problem otonomi daerah (di tingkat Kabupaten/Kota)… Continue reading


Jepang yang Seettt… Seettt… Sett…

Bagaimana? Aku tahu, kamu pasti penasaran mendengar ceritaku selama di Jepang setelah ketagihan dengan kisahku jalan-jalan mengikuti workshop di Belanda (hehe ge-er). Aku hendak berterimakasih terlebih dulu kepada SMERU yang telah memberangkatkanku ke negeri sakura, meski lagi-lagi sendirian. Keperluan kali ini adalah mengikuti agenda Human Development and Capability Association (HDCA) sepanjang 31 Agustus – 3… Continue reading


Am I Sterdam (part 3): The Last Destination, The Hague

Catatan: sebelum melanjutkannya, pastikan kamu telah membaca part 1 dan part 2.. ●●● Satu malam seusai berakhirnya workshop, aku melanjutkan perjalanan ke Den Haag (The Hague), menikmati perpanjangan hari menginap. Aku menumpang di kamar salah satu mahasiswa Indonesia yang sedang studi S2 di ISS. Olehnya, aku dipinjami sepeda untuk berkeliling kota. Aku menikmati Den Haag… Continue reading


Am I Sterdam (Part 2): UU Desa dan Dinamika-Dinamika Itu

Sebagaimana janjiku sebelumnya, kali ini aku akan melanjutkan kisahku jalan-jalan mengikuti workshop bertema UU Desa di Belanda. Bagi yang baru mampir, ada baiknya membaca tulisanku “Am I Sterdam?” (Part 1) terlebih dahulu. ●●● Pada hari yang sama, aku memulai perjalanan dari Amsterdam menuju Leiden menggunakan kereta sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Ini memakan waktu kurang… Continue reading


Am I sterdam?

Kalau kamu penasaran, aku bersedia menceritakan pengalamanku selama sepekan di The Netherlands. Kau tahu, ini adalah kali pertamaku menginjakkan kaki ke negeri itu sendirian. Ya, sendirian, tanpa pasangan, no backup. Tidak seperti empat tahun lalu saat DAAD menerbangkanku ke Jerman, kali ini agendanya lebih serius, yaitu jalan-jalan untuk sebuah workshop yang diselenggarakan oleh KITLV terkait… Continue reading