Mega-Urban Disaster dan Informalitas Merespon Bencana

Hari selasa lalu, tepatnya 7 Juli 2015, saya mewakili Lembaga Penelitian SMERU menghadiri undangan Expert Workshop yang diselenggarakan Fakultas Geografi Universitas Collogne (bekerjasama dengan Fakultas Geografi UGM) di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tujuan workshop adalah memberikan masukan terhadap temuan awal riset tentang “Mega-Urban Disaster Response – The Role of Self-Organization in the Aftermath”…Lanjutkan Membaca “Mega-Urban Disaster dan Informalitas Merespon Bencana”

Banjir Jakarta Butuh Rekayasa Fisik dan Non-Fisik

Genap sudah  banjir melanda ibukota Indonesia, Jakarta, selama satu bulan di awal tahun 2014. Jakarta memang menjadi langganan banjir bahkan sejak Belanda menjajah Batavia. Banjir Jakarta pertama kali tercatat pada tahun 1621. Pemerintah Hindia-Belanda pada waktu itu pun berupaya menanganinya dengan melaksanakan berbagai mega proyek seperti pembangunan tiga bendungan besar di tahun 1918, yakni Bendungan…Lanjutkan Membaca “Banjir Jakarta Butuh Rekayasa Fisik dan Non-Fisik”

Jangan Mau Tinggal di Jakarta!

Impian kehidupan yang layak di pusat kota seperti Jakarta nampaknya banyak menjadi incaran kaum migran. Alasan yang sering muncul ialah karena pekerjaan. Jakarta memang menawarkan ribuan peluang kerja. Hampir satu dua halaman di tiap surat kabar tersedia kolom bagi lowongan pekerjaan. Namun begitu, bagi Anda yang ingin memulai hidup di Jakarta, jangan dulu terpedaya dengan…Lanjutkan Membaca “Jangan Mau Tinggal di Jakarta!”