Membaca Desa Tanpa Skeptis

Kau tahu, pada awalnya saya termasuk kelompok yang skeptis dengan kelahiran Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa). Kenapa? Dalam sebuah diskusi dengan Direktur Perkotaan dan Perdesaan Bappenas pada 2014 lalu, saya menyampaikan beberapa alasan. Pertama, otonomi desa yang menjadi pokok dalam undang-undang tersebut, tak ubahnya mengulang problem otonomi daerah (di tingkat Kabupaten/Kota) dengan skala yang lebih besar, luas, dan banyak.

Lanjutkan Membaca "Membaca Desa Tanpa Skeptis"
Am I Sterdam (part 3): The Last Destination, The Hague

Catatan: sebelum melanjutkannya, pastikan kamu telah membaca part 1 dan part 2.. ●●● Satu malam seusai berakhirnya workshop, aku melanjutkan perjalanan ke Den Haag (The Hague), menikmati perpanjangan hari menginap. Aku menumpang di kamar salah satu mahasiswa Indonesia yang sedang studi S2 di ISS. Olehnya, aku dipinjami sepeda untuk berkeliling kota. Aku menikmati Den Haag…Lanjutkan Membaca “Am I Sterdam (part 3): The Last Destination, The Hague”

Am I Sterdam (Part 2): UU Desa dan Dinamika-Dinamika Itu

Sebagaimana janjiku sebelumnya, kali ini aku akan melanjutkan kisahku jalan-jalan mengikuti workshop bertema UU Desa di Belanda. Bagi yang baru mampir, ada baiknya membaca tulisanku “Am I Sterdam?” (Part 1) terlebih dahulu. ●●● Pada hari yang sama, aku memulai perjalanan dari Amsterdam menuju Leiden menggunakan kereta sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Ini memakan waktu kurang…Lanjutkan Membaca “Am I Sterdam (Part 2): UU Desa dan Dinamika-Dinamika Itu”